Selasa, 25 Oktober 2011

Sepi

di ujung titik jenuh
tetap kuhirup nikmat-Mu
dalam kesunyian sunyi
menunggu keajaiban datang

aku letih menanti-Mu tersenyum
dalam do'a-do'a yang kelu dan sujud yang kaku
aku letih dalam pusaran yang kian memburu

di ujung titik jenuh, tetap kuhirup nikmat-Mu

1 komentar:

  1. "keindahan" sebuah puisi (abad ini) bukan pada rangkaian kata yg "puitis" ... (aneh ya?) tp pd kemurnian (pureritas) yg bisa terpancar dalam pengungkapannya. shg penikmat puisi tsb bs menjd spt sang penulis saat sedang menulis puisi tsb...., maap banyak ngomong, nih...

    BalasHapus

"Saya tunggu komentar yang membangun, terima kasih atas komentarnya"