Selasa, 06 Desember 2011

hujan-2

kususuri jalan sepi 
pepohonan lebat rindang berjalan memelukku
sebentar lagi hujan
langit gelap . . .
awan tebal . . .
petir menyambar-nyambar

kubiarkan tetesan itu basahi kepala
mengalir pelan ke dahi, pipi,  seluruh tubuh
dan seluruh pembuluh darahku

kinikmati . . .
kuhayati . . .
lalu damai selubungi seluruh perasaan
damai itu memelukku erat-erat
hingga mentari datang tersenyum

2 komentar:

  1. kelihatannya sedang bertemakan hujan..:)

    hujan memang sesuatu yang lain, kadang bermanfaat bagi mereka yang senantiasa bersyukur dan kadang menjadi laknat bagi mereka yang kufur...:)

    puisinya bagus kaka..:)

    BalasHapus
  2. wah pagus puisinya.....salam kenal sob

    BalasHapus

"Saya tunggu komentar yang membangun, terima kasih atas komentarnya"