Sabtu, 11 Februari 2012

Jalan Itu

masih harus sering kulewati
jalan berujung kali kecil itu
sepuluh, seratus, bahkan seribu kali
biar mengalir deras darah di pembuluh darah ini

masih harus sering kupandangi
rumah sederhana itu
tempat harapan itu tersimpan
dulu, sekarang dan nanti

masih harus kupompakan jantung ini
biar mengalir deras darah di pembuluh darah ini
bersama impian, harapan, dan
semua untuk kamu. . .

4 komentar:

  1. Yups bagus...

    tapi jantung berdetak otomatis dan mati otomatis...
    tapi lepas dari itu sangat bagus sobat... dan hidup untuk menggapai mimpi

    BalasHapus
  2. sudah ane follow back bang, dan absen siang hehe

    BalasHapus
  3. yup, harus terus mengejar impian^^

    puisi bagus n terus berkary y sob^^. salam blogger

    BalasHapus

"Saya tunggu komentar yang membangun, terima kasih atas komentarnya"