Rabu, 29 Februari 2012

Kami

pagi belumlah sempurna
langit masih gelap
tapi semangat itu telah kami tumpahkan

perempuan tua, bocah-bocah ingusan
telah berhamburan di pasar-pasar
di kereta dan bis yang penuh sesak
di jalan-jalan dan seluruh tempat
yang bisa  dijual segala semangat dan harapan
detik demi detik bahkan hari demi hari

tapi, masih saja kami terpuruk
dalam kemiskinan dan kebodohan
dalam kelelahan ini menangis jiwa kami
masih saja disebut bangsa pemalas
karena kemiskinan dan kebodohan kami.

9 komentar:

  1. perenungan dan perbaikan diri atau yg 'di sana' yg tak mengerti sebuah perjuangan?

    hmm..., sederhana namun bikin greget. penjiwaan yg cukup mendalam u/ menyalurkan mereka yang terhuyung waktu. n begitulah puisi... perlambangan kehidupan

    salam sukses y sob n teruslah berkarya...^^

    BalasHapus
  2. bagus banget teman .
    hidup haruslah terus semangat ..
    truslah berkarya .
    salam

    http://jusushare.blogspot.com

    BalasHapus
  3. Mantap sekali om...

    simpel tapi mengena...

    dan perenungan yang mantap...

    terus berkarya ya om :-)

    salam semangat

    BalasHapus
  4. inspirasi yang menarik. jiwa yang malas tak akan bisa sukses

    BalasHapus
  5. nice puisi,ditunggu puisi berikutnya friend xD

    BalasHapus
  6. kembali membaca puisi sobat seraya menjalin silaturohim sesama blogger.

    keep writing y sob... ditunggu tulisan2 indah sobat selanjutny^^. salam sukses ;)

    BalasHapus
  7. puisi baru yach, sobat.. teruskan sobat, sukses selalu

    BalasHapus
  8. puisinya bagus... good luck ya ^^

    BalasHapus
  9. Kata-katanya sungguh menggugah hati dan mengingatkan kita untuk terus memperbaiki diri agar menjadi lebih baik agar tidak terpuruk selamanya, so mari kita perbaiki diri dengan belajar dari segala kepahitan yang pernah kita alami sebelumnya

    BalasHapus

"Saya tunggu komentar yang membangun, terima kasih atas komentarnya"