Nge-blog Secara Nyantai. Kalau bisa mudah, kenapa dibuat sukar? Kalau sukar buatlah menjadi mudah !
Selasa, 03 April 2012
Cerita Menjelang Kenaikan BBM
Dua hari menjelang pengumuman kenaikan BBM oleh pemerintah, saya mengisi Bensin Pertamax untuk kendaraan roda dua saya. Bahan Bakar yang jarang-jarang saya beli karena harganya dua kali harga premium. "Mungkin hari ini saya terakhir mengisi bensin pertamax, yang mungkin tidak bisa saya beli lagi, jika BBM jadi naik". Tapi saya tidak mau berpusing-pusing dengan urusan BBM, karena pekerjaan dan kesibukan sudah membuat saya tidak bisa berpikir banyak tentang BBM. Akhirnya 90 persen saya titipkan untuk teman-teman yang menginginkan BBM tidak naik, dan 10 persen saya titipkan untuk teman-teman yang menginginkan BBM naik. Walaupun akhirnya BBM tidak naik, saya menarik kesimpulan : "kalau pemerintahnya pintar, BBM di lain waktu tidak akan naik, dan kalau mahasiswanya pintar, tidak akan ada demo-demo yang merusak"
Rabu, 21 Maret 2012
Nyantai Ngeblog
Di tengah kesibukan yang padat, ngeblog hanya sekedar melepaskan uneg-uneg, wacana, dan gagasan. Dari postingan pertama, terus postingan yang singkat-singkat, akhirnya hanya berupa puisi-puisi. Tidak juga berpikir akan mendapatkan keuntungan material dari ngeblog, semua mengalir secara nyantai. Tapi, tidak disangka-sangka ketika mengecek Page Rank malah mendapatkan Page Rank 1. Ada kebanggaan tersendiri, walaupun akhirnya hilang ditelan kesibukan. Terima kasih untuk semua sahabat yang secara langsung ataupun tidak langsung ikut menyumbangkan. Salam semangat dan salam blogger selalu...
Rabu, 21 Desember 2011
sempurna
hari ini telah sempurna
kasih sayangmu
pengorbananmu
kesabaranmu
tapi, kusesali diri yang belum bisa
memeluk erat-erat
membuat tersenyum
di setiap helaan nafasmu
detik-detik perjalanan ini
kuingin selalu ada kamu
temani segala suka duka
kuingin selalu ada kamu
hingga kita tersenyum bahagia
kasih sayangmu
pengorbananmu
kesabaranmu
tapi, kusesali diri yang belum bisa
memeluk erat-erat
membuat tersenyum
di setiap helaan nafasmu
detik-detik perjalanan ini
kuingin selalu ada kamu
temani segala suka duka
kuingin selalu ada kamu
hingga kita tersenyum bahagia
Sabtu, 22 Oktober 2011
Ikhlas
seorang nenek menangis di depan jasad terbujur kaku
jasad suami tercinta yang selama ini selalu menemaninya
sambil berkata lirih :
aku ikhlaskan dunia akhirat
candamu . . .
sedihmu . . .
gembiramu . . .
amarahmu . . .
letihmu . . .
segala ucapan dan perbuatanmu
semoga engkau tenang dalam kembalimu.
jasad suami tercinta yang selama ini selalu menemaninya
sambil berkata lirih :
aku ikhlaskan dunia akhirat
candamu . . .
sedihmu . . .
gembiramu . . .
amarahmu . . .
letihmu . . .
segala ucapan dan perbuatanmu
semoga engkau tenang dalam kembalimu.
Selasa, 10 Mei 2011
Dulu Kawan Sekarang Lawan
Bukan rahasia lagi kalau Barat terutama Amerika menerapkan Standar Ganda dalam hal omong kosong Hak Asasi Manusia dan Demokrasi. Seperti yang terjadi di Timur Tengah, kemana saja mereka selama ini ? Apakah luput dari mata mereka bahwa di Timur Tengah itu para diktator telah berkuasa berpuluh-puluh tahun. Oh, pastilah mereka yang memelihara para diktator tersebut untuk kepentingan politik dan ekonomi mereka.
Ketika zaman berubah, bak seorang pahlawan kesiangan mereka langsung bertindak seolah-olah lupa akan kemesraan mereka dengan para diktator tersebut selama ini.
Zaman berubah, manusia berubah dan peradaban pun akan berubah.
Senin, 25 April 2011
Pluralisme
Merinding juga menghayati pemaknaan kalimat-kalimat "Semua jalan setapak itu berbeda-beda, namun menuju ke arah yang sama: mencari satu hal yang sama dengan satu tujuan yang sama, yaitu Tuhan." “Dengan nama Allah, Tuhan Pengasih, Tuhan Penyayang, Tuhan segala agama”.
Allah mengutus para nabi dan para rasul untuk menunjukkan, menerangkan, dan mengembalikan manusia ke "Jalan Yang Satu", yaitu "Jalan Tauhid, Jalan Mengesakan Tuhan".
Apakah Allah mengutus para nabi dan para rasul untuk mengatakan "Menyembah manusia itu sama saja dengan menyembah Allah", "Menyembah binatang itu sama saja dengan menyembah Allah", "Menyembah matahari itu sama juga dengan menyembah Allah", "Menyembah benda-benda sama juga menyembah Allah". Maha Suci Allah dari perkataan-perkataan dan perbuatan-perbuatan seperti itu.
Dan hanya ada "Satu Jalan" untuk menuju-Nya, selain itu adalah "Jalan hawa nafsu manusia belaka". Maha Suci Allah, "Tuhan Segala Manusia".
Sabtu, 09 April 2011
Kebanyakan Diracunin
Saya manggut-manggut mendengar cerita teman saya dalam suatu obrolan ringan. Katanya, "kalau di kampung tetangga, berita-berita yang membuat masyarakat sedih, putus asa, tidak semangat atau berita-berita kejahatan yang melukai perasaan akan diminimalisir habis-habisan. Porsinya akan dibuat seminim mungkin. Tetapi, kalau berita tentang prestasi, kebanggaan, hal-hal yang menggembirakan dan membuat semangat akan diblow up sedemikian rupa sehingga memenuhi pikiran dan angan-angan masyarakat". Beda banget dengan di kampung saya dalam hati saya merenung
Sedikit banyak berita-berita, informasi dan tayangan-tayangan akan mengendap dalam pikiran masyarakat. Dapat dibayangkan kalau berhari-hari, berbulan-bulan, bertahun-tahun informasi yang banyak kita terima adalah tentang kejahatan dan pelakunya yang di luar prikemanusiaan, para koruptor yang menghabiskan uang negara dengan gampangnya, para penipu kelas teri atau penipu kelas kakap bak selebritis dadakan. Informasi yang buruk itu bagai racun, dan kalau sudah kebanyakan hasil akhirnya pasti akan mati rasa, mati asa, mati perasaan pada masyarakat.
Sudah saatnya kita hentikan informasi-informasi buruk informasi-informasi yang buruk meracuni masyarakat, dan sudah saatnya kita sadar bahwa kita sudah Kebanyakan Diracunin.
Langganan:
Postingan (Atom)