Senin, 25 April 2011

Pluralisme

Merinding juga menghayati pemaknaan kalimat-kalimat "Semua jalan setapak itu berbeda-beda, namun menuju ke arah yang sama: mencari satu hal yang sama dengan satu tujuan yang sama, yaitu Tuhan." “Dengan nama Allah, Tuhan Pengasih, Tuhan Penyayang, Tuhan segala agama”.

Allah mengutus para nabi dan para rasul untuk menunjukkan, menerangkan, dan mengembalikan manusia ke "Jalan Yang Satu", yaitu "Jalan Tauhid, Jalan Mengesakan Tuhan". 

Apakah Allah mengutus para nabi dan para rasul untuk mengatakan "Menyembah manusia itu sama saja dengan menyembah Allah", "Menyembah binatang itu sama saja dengan menyembah Allah", "Menyembah matahari itu sama juga dengan menyembah Allah", "Menyembah benda-benda sama juga menyembah Allah". Maha Suci Allah dari perkataan-perkataan dan perbuatan-perbuatan seperti itu.

Dan hanya ada "Satu Jalan" untuk  menuju-Nya, selain itu adalah "Jalan hawa nafsu manusia belaka". Maha Suci Allah, "Tuhan Segala Manusia".

Selasa, 12 April 2011

Kakek Nenek

kakek nenek
di pagi buta
pergi ke surau dekat rumah
bersimpuh luruh di haribaan-Nya
sepanjang waktu


kakek nenek
menjelang magrib
bercengkrama 
ditemani air hangat
cerita suka, cerita duka
temani perjalanan waktu


kakek nenek di penghujung malam
berasyik masyuk bersama-Nya
terbang melayang hingga pagi menjelang


aku, dipojok sepi . . .
tak seperti kakek nenek muda

Sabtu, 09 April 2011

Kebanyakan Diracunin

Saya manggut-manggut mendengar cerita teman saya dalam suatu obrolan ringan. Katanya, "kalau di kampung tetangga, berita-berita yang membuat masyarakat sedih, putus asa, tidak semangat atau berita-berita kejahatan yang melukai perasaan akan diminimalisir habis-habisan. Porsinya akan dibuat seminim mungkin. Tetapi, kalau berita tentang prestasi, kebanggaan, hal-hal yang menggembirakan dan membuat semangat akan diblow up sedemikian rupa sehingga memenuhi pikiran dan angan-angan masyarakat".  Beda banget dengan di kampung saya dalam hati saya merenung

Sedikit banyak berita-berita, informasi dan tayangan-tayangan akan mengendap dalam pikiran masyarakat. Dapat dibayangkan kalau berhari-hari, berbulan-bulan, bertahun-tahun informasi yang banyak kita terima adalah tentang kejahatan dan pelakunya yang di luar prikemanusiaan, para koruptor yang menghabiskan uang negara dengan gampangnya, para penipu kelas teri atau penipu kelas kakap bak selebritis dadakan. Informasi yang buruk itu bagai racun, dan kalau sudah kebanyakan hasil akhirnya pasti akan mati rasa, mati asa, mati perasaan pada masyarakat.

Sudah saatnya kita hentikan informasi-informasi buruk informasi-informasi yang buruk meracuni masyarakat, dan sudah saatnya kita sadar bahwa kita sudah Kebanyakan Diracunin.

Rabu, 06 April 2011

Ada Masalah, Cari di Internet

Ketika ingin menghentikan kebiasaan anak untuk tidak mendengarkan musik sebelum tidur, saya mendapatkan postingan Bahaya Tidur Sambil Mendengarkan Musik dari sahabat blogger, terus postingan saya cetak dan ada perubahan setelah itu pada anak saya, ketika mau anti virus gratis dapat postingan AntiVirus + Update dan lain sebagainya. Ini adalah sebagian kecil yang didapatkan dari internet.


Ketika tombol Fn pada netbook aktif terus padahal baru diinstall sehingga  kalo kita tekan huruf yang muncul angka. Langsung saya ketik pada browser : tombol Fn aktif terus. Muncul solusi, driver harus di update, kena virus keyboard, harus diinstall ulang. Saya coba kecuali install ulang. Saya coba lagi cari di browser yang lain. Akhirnya ketemu postingan blog yang solusinya sederhana sekali dan langsung saya coba. Ternyata tombol Numlock-nya yang perlu ditekan hingga normal keyboardnya. Saya tertawa sendiri mendapatkan solusi ini.

Kasarnya, kalo sakit kepala; ketik sakit kepala, mata berair; ketik mata berair, sakit pinggang, encok, linu-linu dan sebagainya. Tapi tidak semua akan terselesaikan, tapi paling tidak kita bisa memilih dan mencoba pilihan solusinya.