Senin, 13 Desember 2010

Nasi Nggak Diitung

Sejak wacana Pemerintah DKI Jakarta yang akan memungut pajak dari Warung Tegal, muncul pro dan kontra di kalangan masyarakat. Ada juga yang setuju, dan banyaknya yang nggak setuju yang akhirnya ditundalah sampai batas yang tidak ditentukan. 


Seorang mahasiswa bertukar pikiran dengan seorang karyawan swasta. "Bang Kar, kata mahasiswa pas-pasan yang biasa makan di warteg kepada karyawan swasta yang makannya di warung padang terus. "Saya nggak setuju kalo warteg dikenakan pajak, nanti kita akan yang akan menanggung kenaikan harganya", keluh mahasiswa. "Padahal, enaknya kalo makan di warteg, nasi nggak diitung". kata mahasiswa lagi. Terkejut karyawan swasta itu mendengar penuturan mahasiswa tersebut. "Masa sih nasi nggak diitung, tanya Karyawan swasta itu penuh keheranan. Si Mahasiswa menjawab kalem : "Iya lah, masa nasi itung, kalo diiutung kasihan lah pelayannya  ngitungin  nasi satu-satu".

Senin, 06 Desember 2010

Genap Usiamu

hari ini genap usiamu
dalam segala hiruk pikukmu
masih sering kucium dan kupeluk
lalu damai mengalir ke seluruh tubuh
maafkan ayahmu
sebatas ini membesarkanmu.

Sabtu, 27 November 2010

Pemanasan Global

Secara sengaja atau tidak sengaja kita turut menyebabkan terjadinya Pemanasan Global yang salah satu akibatnya adalah membuat perubahan suhu dan cuaca di bumi secara ekstrim. 


Tentunya kita harus berusaha agar Pemanasan Global itu bisa diminimalisir


 Ada cara sederhana yang bisa kita lakukan untuk mengurangi Pemanasan Global.

  • Matikan lampu atau peralatan listrik yang tidak kita gunakan
  • Kurangi pemakaian kertas dan plastik
  • Kurangi pemakaian Bahan Bakar Minyak 
  • Kurangi berpergian jika tidak diperlukan
  • Jangan membakar sampah
  • ada yang mau menambahkan ?

Jumat, 12 November 2010

Cara Berpikir


Kita memandang sesuatu itu pasti punya sudut pandang yang berbeda-beda, seperti kalau melihat benda ini. Apa yang dipikirkan pasti berbeda. 
  • Teknisi akan berpikir bagaimana mengoperasikan benda ini dan bagaimana perawatannya
  • Pedagang akan berpikir berapa harga belinya dan berapa harga jualnya
  • Konsumen akan berpikir dimana belinya, harganya berapa?
  • Anak muda akan berpikir modelnya bagus sekali, ada lagi nggak warna dan model lainnnya
  • Politikus akan berpikir kalau dibagikan menjelang kampanye bisa terdongkrak nih suaranya 
  • Penjahat akan berpikir kapan orang yang mempunyai benda ini lalai mengawasinya
  • Koruptor akan berpikir berapa harga belinya dan berapa harga laporannya kepada atasan
  • Ada yang berpikir lain ?



Senin, 08 November 2010

Masih Bisa Tersenyum

Saat orang-orang tercinta telah pergi
harta benda lenyap tiada
sawah ladang hancur binasa
kami masih bisa tersenyum


Masih banyak yang membantu 
meringankan beban kami dengan ikhlas


Sungguh ....Engkau ya Allah Maha Pengasih dan Penyayang
hingga kami masih bisa tersenyum.

Terima kasih tak terhingga untuk orang-orang 
yang membantu dengan segala keikhlasan  

Selasa, 02 November 2010

Bencana Hati

Terlalu sering mungkin kita melihat, mendengar, bahkan mengalami bencana dan musibah di negeri ini. Gempa bumi, Tsunami, tanah longsor, gunung meletus, banjir bandang, kebakaran hutan, pesawat jatuh, kapal tenggelam, kelaparan, kekeringan, kemiskinan. 


Sedikit intropeksi diri adalah penggalan syair Penyanyi Ebiet G. Ade :
... ini bukan hukuman tapi satu isyarat 
    bahwa kita mesti berbenah diri....


Bencana hati mungkin lebih dasyat dari semua itu, manusia tidak punya belas kasihan terhadap sesama, membantai, berperang atas nama perdamaian dan kedamaian, iri dengki, rakus serakah, penghasut, penjilat, senang atas penderitaan orang lain dan jauh dari Tuhan.


Masih adakah rasa damai di hati manusia, yang akan menyejukkan dan menentramkan pribadi, masyarakat, bangsa dan dunia. Alangkah indahnya.

Sabtu, 30 Oktober 2010

Mimpi Penjaga Malam

Demi mengetahui sang Boss akan pergi  nanti malam ke Singapura, Maing yang berpakaian lengkap pagi-pagi langsung menghadap  Bossnya tersebut. Dengan terbata-bata ia bercerita bahwa semalam ia bermimpi  pesawat yang ditumpangi Boss jatuh dan terbakar habis. Bossnya hanya manggut-manggut mendengar cerita anak buahnya tersebut.


Secara kebetulan juga Maing  melihat berita di televisi dan terjadi kecelakaan pesawat yang menuju Singapura. Pesawat itu jatuh dan habis terbakar. Maing bertanya-tanya dalam hati, Apakah Boss itu jadi berangkat ke Singapura tadi malam?


Tapi ia gembira melihat sosok Bossnya tersebut datang, dan menyuruhnya mengadapnya. Dengan berwibawa Bossnya itu berkata, "Tadi malam saya tidak jadi berangkat karena tiba-tiba kepala saya pusing berat dan demam". "Tapi sekarang kamu saya pecat!". "Kenapa saya dipecat Boss protes Maing kemudian?".


"Kamu khan penjaga malam, kenapa bermimpi?" jawab Boss yang langsung menikam jantung Maing.

Sabtu, 23 Oktober 2010

Rindu Waktu Kecil

Kita kenang kembali masa-masa kecil dahulu, terasa amat sangat menyenangkan sekali. Begitulah penggambaran betapa indahnya kenangan waktu kecil yang mungkin tidak didapati anak-anak yang lahir sekarang. Banyak ruang-ruang terbuka tempat kita bebas bermain bersama teman-teman, bemain petak umpet, bentengan, slodoran, tak kadal, gundu, mengadu layang-layang, mengadu biji karet, bermain bola sambil hujan-hujanan, memanjat pepohonan, mencari ikan-ikan kecil di selokan yang berair jernih.

Terasa enak sekali menikmati jajanan waktu itu, sebut saja kue lupis, ongol-ongol, serabi, bubur sumsum, kue putu, kue rangi, rujak bebeg, es lilin, dan sebagainya. Terasa enak sekali kita merasakan jajanan tersebut dibandingkan jajanan sekarang walaupun sama tetapi sudah mengandung bahan-bahan pemanis buatan, pewarna dan pengawet makanan.

Begitulah suasana tempo dulu yang mungkin tidak kita temukan lagi di zaman yang serba intant dan individualis ini.

Kita Malas Berurusan

Jalan yang baru saja diperbaiki, yang tadinya jalan beraspal yang berlubang-lubang bukannya tambah baik, malah makin tidak karuan. Baru saja dikerjakan dengan pengecoran asal-asalan sudah banyak lubang bekas injakan kaki manusia. Dan jalan itu sudah kulewati tanpa perbaikan selama beberapa tahun. Lagi-lagi cuma bisa menggerutu dalam hati ketika melewati jalan rusak itu, tanpa tau dan akan berbuat apa.

Jalan bekas galian kabel dan pipa air minum yang sebelumnya rapih mulus menjadi benjol-benjol nggak karuan bekas penambalan lubang galian tadi. Akhirnya pengendara memilih-milih jalan yang mulus sambil menggerutu dalam hati. Lagi-lagi hanya bisa menggerutu, tanpa tau ataupun malas memprotes keadaan tersebut.

Lagi-lagi inikah hasil pekerjaan kita, dan sebatas ini yang bisa kita lakukan ?

Kamis, 14 Oktober 2010

Yang Punya Mobil Supir

Ada-ada saja sahabat supir saya bercerita. Katanya dia bilang bahwa yang punya mobil itu supir. "Ah, masa" tanya saya keheranan. "Iya betul, katanya kemudian".
Bercerita sahabat saya itu, katanya ketika ia hendak memarkir mobilnya di gedung perkantoran, Petugas keamanan pun menyapanya ramah."Parkir mobilnya pak, di sebelah sana. Sahabat saya pun mangut-manggut, dalam hati berkata bangga "mobil supir"

Ketia Boss mau pulang dan menghampirinya di ruang tunggu, berkata ramah juga si Boss, "Ambil mobil kamu, bapak mau pulang!". Dalam hati sahabat saya berkata, "mobil supir "

Begitu sahabat supir saya bercerita.

Rabu, 13 Oktober 2010

Akrab Dengan Ketidaknyamanan

Sepertinya kita sudah mati rasa sehingga kita tidak merasa bahwa banyak ketidaknyamanan-ketidaknyamanan yang kita rasakan. Seolah semua enjoy-enjoy saja kita rasakan dan menjadi keseharian kita. 

Sebut saja : ketika sedang berjalan kaki terasa debu mengepul ke udara ketika kendaraan melewatinya tetapi asyik saja kita melewatinya, kemudian menunggu bis yang lamanya minta ampun dan ketika datang penumpangnya sesak sekali hingga bergantungan di pintu-pintu bis, belum lagi orang-orang yang sengaja hilir mudik di kesesakan itu, entah orang-orang yang berpikiran kotor atau orang orang yang berpikiran jahat

Ketika berkendara roda dua kita harus berkonsentrasi mati-matian menghindari lubang di mana-mana yang kadang-kadang tertutupi genangan air, belum lagi kemacetan yang menghabiskan tenaga, biaya dan waktu dengan percuma. 

Semua serba antri berpanjang-panjang mengular-ular ketika membayar telepon, air, listrik, membeli karcis, membeli bahan bakar, membeli bahan pokok operasi pasar dan sebagainya.

Asyik saja kita menikmati pasar-pasar yang kumuh dan kotor, saluran-saluran air yang tersumbat hingga menyebabkan banjir, kali-kali yang menyebarkan bau tidak sedap, bahkan kita tidak peduli lagi apakah makanan dan minuman yang kita konsumsi mengandung bahan yang beracun atau tidak, dan masih banyak lagi ketidaknyamanan yang sudah kita tidak rasakan lagi. Mati rasalah kita.

Nyaman-nyaman saja kita menikmati semua itu?

Selasa, 05 Oktober 2010

Teknologi Lawan Teknologi


Tadinya saya tidak tau bahaya mendengarkan musik ketika tidur, tetap tetap saja saya melarang anak supaya tidak mendengarkan musik melalui HP sebelum tidur. Sering kali saya mengambil Head set yang menempel di kupingnya ketika tertidur dan mematikan musik yang selalu menemaninya sebelum tidur. Tetapi saya hanya bisa melarang dan tidak tau alasannya kenapa ?


Setelah membaca postingan sahabat blogger tentang bahaya mendengarkan musik ketika tidur, saya pikir inilah jawaban ilmiah dan masuk akal untuk melarangnya. Langsung saya copy paste artikel tersebut dan saya print, kemudian saya berikan ke anak saya, dan kebiasaannya itu langsung berubah. Anak saya tidak lagi mendengarkan musik dari HP ketika akan tidur.


Ah... ternyata teknologi harus dilawan dengan teknologi ...

Selasa, 28 September 2010

Blogger Malas Membaca

Tersentak juga membaca beberapa sentilan blogger yang saya kunjungi, katanya blogger itu malas membaca. Dipikir-pikir ada benarnya juga. Sudah cape-cape blogger bikin postingan, tapi nggak ada yang komenter. Boro-boro komentar baca juga tidak. Paling-paling berkunjung ke C-Box terus isi-isi sebentar kemudian kabur.


Instropeksi juga buat diri sendiri yang Mini Posting, tetapi buat sahabat-sahabat blogger mulailah membaca hasil karya blogger lain.

Jumat, 24 September 2010

Multi Tasking


Sekarang setelah zamannya Windows, biasa atau tidak biasa, terpaksa atau tidak terpaksa kita harus bekerja dengan tumpang tindih, pekerjaan satu belum selesai kemudian datang pekerjaan kedua, kemudian datang lagi pekerjaan ketiga dan seterusnya. Pikiran dan konsentrasi dibagi-bagi untuk mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus.

Sedang kita mengedit dokumen, beberapa detik kemudian kita bisa mencetak lembar kerja, beberapa detik kemudian kita mengirim email dengan lampiran file, beberapa detik kemudian menerima telepon, beberapa detik kemudian blog walking dan nge-follow teman-teman blogger, beberapa detik kemudian membuat presentasi, beberapa detik kemudian menginput data, beberapa detik kemudian ... beberapa detik kemudian ... begitu seterusnya pikiran dan konsentrasi kita dibagi-bagi untuk mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus.

Tapi, belum ada penelitian seberapa konsentrasinya kita mengerjakan pekerjaan tersebut masing-masing dan apa pengaruhnya terhadap konsentrasi selepas bekerja setelah kita biasa dengan keadaan pikiran dan konsentrasi yang terpecah-pecah?

Kamis, 23 September 2010

Butik Batik Batak

Akhirnya Batik diakui dunia sebagai warisan budaya bangsa Indonesia. Sekarang sangat mudah kita menjumpai orang-orang memakai batik, entah itu acara santai dan resmi. Patut kita beri penghargaan kepada orang-orang yang menjayakan batik.

Ada ide juga nih buat siapa-siapa orang untuk buka Butik Batik Batak. Nggak sempet cari-cari referensi apa memang batik itu cuma ada di Jawa, dan daerah-daerah lain atau daerah Batak nggak punya batik. Tapi kalo  belum ada, boleh juga Butik Batik Batak jadi pemikiran, dan kalo uda ada yah itung-itung saya lagi promosi.

Budayakanlah batik Indonesia.

Apa Arti Sebuah Nama

Terlahir dengan nama Jaenudin bukan Zaenuddin atau Zainuddin dipanggil Jae atau Jay, tetapi ketika SMP nggak tau kenapa teman-teman memanggil Jack. Ada lagi guru Matematikaku memanggil Zen. Dan kini teman-teman kerja nggak tau kenapa lagi memanggilku Jack. 

Dan kini di blog aku lebih senang memakai nama zenzen yang terasa lebih alami dan sederhana.

Tapi banyak orang tua sekarang memberikan nama yang artinya adalah doa dan pengharapan agar anaknya seperti apa yang disandang dalam namanya.

Senin, 20 September 2010

Jangan Memaki Diri Sendiri

Si Toing pas lebaran kemaren ikut mudik sama teman tetangga rumahnya. Dikit-dikit tau juga dia persiapan mudik, perjalanan mudik, suka duka mudik, dan tradisi-tradisi di  kampung temannya itu. Ada enak dan nggak enaknya nih mudik. Kebetulan pas balik ke Jakarta pulang sendirian dapat bis yang nggak ada AC-nya, di sampingnya duduk seorang bapak setengah baya yang baru ke Jakarta. Pertamanya sih enjoy-enjoy aja perjalanan balik itu, tapi ketika ada sedikit kemacetan baru terasa bis itu panasnya seperti pemanggang kue lebaran kemaren.


Lama-lama memuncak juga kekesalannya atas keadaan di dalam bis yang penuh sesak dan panas tersebut. Tanpa sadar ia berkata "Brengsek !, sambil mengipas-ngipaskan tangannya yang tidak membuat udara sekitarnya menjadi lebih dingin. Bapak-bapak di sebelah pun pasti juga merasa kegerahan dan berkata :" Iya mas, saya juga lagi brengsek", sambil mengipas-ngipaskan kertas koran bawaannya.

Kamis, 02 September 2010

Mudik

Tak terasa sebentar lagi Hari Raya Idul Fitri. Seperti tidak ada kapoknya para pemudik menuju kampung halamannya menggunakan kendaraan roda dua.

Seperti yang saya alami empat kali berkendara motor dari Jakarta menuju kota di Perbatasan Jawa Barat & Jawa Tengah. Kalau hari normalnya sepertinya malas berbuat seperti itu, tetapi ada semangat dan ada tenaga pendorong melihat pemudik berbondong-bondong berkendara motor. Enjoy aja dengan kesusahan yang dialami, berboncengan tiga, membawa anak-anak, membawa barang-barang yang mungkin membahayakan dalam perjalanan. Tapi semangat mudik tetap mengalahkan semua kesusahan itu.


Selamat Idul fitri 1431 H, Mohon Maaf segala kesalahan...

Selasa, 31 Agustus 2010

Perbedaan Jemuran dan Telepon


  • Kalau jemuran nggak kering-kering, distrika biar kering, besok mau dipake.
  • kalau telepon nggak kring-kring, bayar tagihannya udah 2 bulan belum dilunasi ....

Senin, 30 Agustus 2010

Indonesia Kaya

Siapa yang tak mengenal lagu "Kolam Susu" nya Koes Plus yang menggambarkan bahwa Indonesia itu kaya raya. Tanah yang subur, lautan yang berlimpah, dan tanah yang mengandung hasil tambang yang semuanya itu cukup untuk memakmurkan dan mensejahterakan bangsa dan rakyat Indonesia.

Tetapi, lihatlah sebagian penduduk Indonesia sekarang hidup berkecukupan, tidak ada yang kelaparan, bahan pokok murah, pendidikan terjangkau, fasilitas umum membuat kita aman dan nyaman, rakyatnya makmur sejahtera... Hidup Indonesia Raya

ironi ...

Sabtu, 28 Agustus 2010

Award Perdana

Award Perdana diberikan sahabat  Ngepas. Bingung juga, ngerasa masih sedikit berbuat dan sedikit berbagi, tapi tetap terima kasih dan tetap semangat.

Sesuai dengan permintaan dan aturan main, maka award ini dibagi-bagikan lagi kepada 10 orang, Cara Nyantai Nge-Blog membagikan award ini kepada sobat dibawah ini:
Selanjutnya, sobat penerima award harus meletakkan link-link berikut ini di blog atau artikel masing-masing, dan link sobat diletakkan dipaling bawah, dan seterusnya. Secara otomatis link sobat juga akan naik ke nomor berikutnya di blog penerima award selanjutnya.

Jumat, 27 Agustus 2010

Kilas Balik Ngeblog

Terjun ke dunia on-line memang mengasyikan, tapi nggak tau dimana akan berakhir. Dimulai dari nge-Yahoo sambil nge-Yahoo Answer terus buka-buka Vivanews,kaskus, dan nggak tau akhirnya terdampar di blog. Walau punya sedikit waktu, ini pun sambil nyempat-nyempatin posting, berkunjung ke teman-teman blogger, cari-cari dan baca-baca info yang menarik dan sebagainya nggak tau juga nih bisa konsisten di blogger ini. Tapi seperti di postingan sebelumnya Mini Posting, yah sebatas inilah aku berbagi .......

Selasa, 24 Agustus 2010

Perjalanan

subuh itu masih gelap
angin malas berhembus
makhluk-makhluk terbuai 

kulangkah kaki  
kuhirup damai
kupeluk bahagia
melayang ...
terbang....

subuh itu masih gelap
hamba bahagia bersama-MU

Jumat, 20 Agustus 2010

Informasi Setelah Mati

Sungguh betapa banyak informasi yang kita peroleh melalui surat kabar, majalah, radio, televisi dan media lainnya yang berupa informasi politik, budaya, teknologi, olah raga, gaya hidup, fashion, kuliner dan sebagainya.

 Informasi itu akan membuat melek dan tidak gagap dalam kehidupan secara pribadi maupun bermasyarakat. Responpun bermacam-macam atas informasi itu, bisa membuat senang, sedih, jengkel, biasa-biasa saja tergantung penerimaan hati kita terhadap informasi itu.

Tapi, sedikit sekali orang yang mencari "Informasi Setelah Mati" yang disampaikan oleh ustadz-ustadz, kyai-kyai yang informasinya berdasarkan Al-Qur'an dan hadits nabi. Imbasnya adalah kita mengetahui bagaimana keadaan kita setelah mati, dan bagaimana mempersiapkan amal untuk menuju ke sana.

Sedikit oleh-oleh tarawih semalam...

Rabu, 18 Agustus 2010

Nasionalisme Kita

pagi itu baris teratur sedu sedan
lalu terbayang pahlawan-pahlawan
menangis memandang haru bendera lusuh

sebentar kemudian...
berlomba mengais-ngais hak orang lain
lahap menelan makanan sampah singkirkan kaum kelaparan
menjual bangsa ini sambil mengemis pada penjajah modern

pagi itu baris teratur sedu sedan
menangis pahlawan-pahlawan
mendekap bendera lusuh...

Sabtu, 14 Agustus 2010

Letih

di ujung titik jenuh tetap kuhirup nikmat-MU
dalam kesunyian sunyi menunggu keajaiban datang

aku letih menanti-MU tersenyum
di ujung doa doa yang kelu dan sujud yang kaku

aku letih menanti-MU tersenyum
dalam pusaran waktu yang kian membunuhku

di ujung titik jenuh tetap kuhirup nikmat-MU
dalam kesunyian sunyi menunggu keajaiban datang . . .

Jumat, 13 Agustus 2010

Seremonial 17 Agustus

Tanggal 17 Agustus adalah hari kemerdekaan bangsa Indonesia, hari dimana bangsa Indonesia terbebas dari penjajahan. Di mana-mana diadakan upacara-upacara, perlombaan-perlombaan untuk memperingatinya. Tapi, hingga detik ini ...

Sudahkah bangsa kita bebas dari kemiskinan, kebodohan, kelaparan, rasa takut ?
Sudahkah bangsa kita bebas dari dominasi ekonomi dan budaya asing ?

Kalau belum . . . sesungguhnya kita belum merdeka . . .

Puasa Nunggu Bedug

Tidak sia-sia kesabaran 'nkong Soleh mengajari Abdullah cucunya untuk berpuasa penuh. Dan baru hari ini cucu yang berumur 5 tahun itu selepas ashar masih berpuasa.  "Dullah main gih di luar, sambil nunggu bedug" kata 'nkong Soleh penuh kesabaran. "Iya 'nkong" jawab cucunya penuh hormat.

Tapi sampe mau magrib lima belas menit lagi di Dullah nggak muncul-muncul di rumah, 'nkong Soleh keluar dan nanya ke anak-anak yang lagi maen. "Si Dullah ada di masjid 'nkong" jawab anak-anak serempak.

Kaget si 'nkong melihat cucunya persis ada di bawah bedug besar itu. "Lagi ngapain Dul?, lagi nunggu bedug 'nkong, tadi kata 'ngkong suruh nunggu bedug" kata cucunya polos. Dengan kasih sayang digendongnya cucu kesayangan sambil berkata "ayo pulang, bentar lagi adzan magrib...."

Senin, 09 Agustus 2010

Tidak Terasa Puasa Tidak Terasa

Detik demi detik, menit demi menit, hari demi hari dan bulan demi bulan, tidak terasa kita masuk ke bulan Puasa. Banyak yang harus dilakukan dan diperbaiki atas semua perbuatan yang telah kita lakukan. Mohon maaf atas salah-salah kata, salah-salah komen, salah-salah ambil. Selamat memperbaiki diri di bulan suci ini .....

Sabtu, 07 Agustus 2010

Blog Do Follow

Akhirnya blog ini sudah jadi blog do follow.
Teman-teman ditunggu komentarnya....
Terima kasih kepada teman-teman blogger 
Yang secara langsung dan tidak langsung
Turut membantu blog ini....

Kalau Jalan Lihat Ke Bawah

Setelah mendapat nasihat dari kakeknya, si Amin dan si Jaim manggut-manggut
Langkah pertama si Amin nengok ke bawah ia terhindar dari terpleset akibat orang membuang kulit pisang sembarangan, langkah kedua ia menemukan dompet yang tergeletak di jalan dan kemudian mengembalikannya kepada yang punya dengan sedikit imbalan yang tidak diinginkannya. 
Langkah pertama si Jaim melihat ke atas, ia terantuk polisi tidur yang banyak bertebaran di mana-mana padahal menggangu kenyamanan orang, langkah kedua si Jaim hampir saja terperosok lubang galian-galian kabel atau pipa-pipa air minum yang belum ditutup. Begitulah seterusnya langkah-langkah Si Amin dan si Jaim.

Rabu, 04 Agustus 2010

Bandung yang Kreatif

Walaupun bukan orang Bandung, saya salut juga sama kreativitas orang Bandung. Ada saja ide menambah Bandung sebagai merk dagang. Sebut saja Siomay Bandung, Batagor Bandung, Es Cendol Bandung, Peyeum Bandung, Serabi Bandung, Baso Bandung dan mungkin akan muncul Badung-bandung lainnya. Tapi kreativitas ini boleh juga ditiru, asal jangan yang ini nih....
Genk motor Bandung....

Sabtu, 31 Juli 2010

Mengingat Teman

Mencoba mengingat ingat teman dengan mengumpulkan memori yang masih tersimpan.

sekolah dasar :
mansyur, wahyudi, ridwan, sulastri, maesaroh, laura, danis, daenah, tamba tua, asmin, mulyadi,  cecep, zauhari, farah, gunawan, izul, tini

sekolah menengah pertama :
agus, urip, junaedi, syarifudin, irwansyah, edy, suprapti, ria nara, novi, udin, yudi, helmi, ade, hilda, maskuri, barkah, purwanto, tuti, hendrik, dodi, ragil, christian, teguh, yuli, deni, eli, wahyudi, susi

sekolah teknik :
indra, mukhlas, m. nur, endang, bardi, amin, edy supriyanto, edy apriyanto, hendra, erwin, iwan, yusuf, abun, surip, dede, yadi, anis,

diploma komputer:
blank. hang. error

Sebatas itulah memori saya mengingat teman-teman.

Jumat, 30 Juli 2010

Mini Posting

Saya menyebutnya mini posting. Di tengah-tengah kesibukan, menyempat-nyempatkan dan mencuri-curi waktu untuk menuangkan uneg-uneg pada blog sederhana ini.  Coretan-coretan itu mungkin bermakna mungkin juga tidak buat orang lain, tapi setidaknya saya telah menuangkan segala yang mengganjal di benak ini. Tidak semua, tapi cukuplah untuk berbagi.

Salam Mini Posting . . .

Mini Market

Mini market sudah bertebaran di mana-mana, bahkan kini Mini Market bukan hanya ada di kota-kota kabupaten, kota-kota kecamatan, bahkan sudah merambah ke desa-desa dan kelurahan. Menguntungkan juga buat yang habis gajian atau yang punya duit bisa memperoleh barang-barang yang lebih murah sedikit dari warung-warung tetangga, tetapi ketika tanggung bulan atau lagi tongpes (kantong kempes) barulah mereka melirik warung tetangga. Tapi ada jeleknya,  "Kalo lagi ada duit belanja ke Mini Market, ketika tanggung bulan atau tongpes ngutang ke warung tetangga".

Kamis, 29 Juli 2010

Belenggu

Di sini kita bicara
dengan hati telanjang
lepaslah....
sesungguhnya lepaslah...

sesuatu yang hilang..
telah kita temukan
walau mimpi ternyata
kata hati nyatanya ...
...
bagaimanapun aku harus kembali
walau berat aku rasa kau mengerti
simpanlah rindumu jadikan telaga
agar tak usai mimpi panjang ini
air mata ...

Penggalan syair lagu Iwan Fals
moga menjadi inspirasi ........

Rabu, 28 Juli 2010

Lega...

Malam sepi
Hening mencekam
Angin dingin menampar wajahku

Di atas bintang redup,
bulan bersembunyi di balik awan gelap
Kunang-kunang ramai berterbangan
Di pucuk-pucuk daun padi

Malam tetap sepi
Aku merinding
Tiba-tiba









Plung ...




(Memori sepi di desa)

Kamis, 22 Juli 2010

Lagi Makan Nggak Boleh Ngomong


Budi tersengal-sengal masuk ke rumahnya dan mendapati ayah ibu dan adiknya tengah makan malam. "Tadi pak ...", kata Budi sambil mengatur nafasnya. "Sudahlah makan dulu Bud !", seru ayahnya. Di tengah-tengah makan malam Budi gelisah dan berkata "Tadi pak......". Ayah memotong, "sudah habiskan dulu makannya, lagi makan nggak boleh ngomong".

Budi tidak konsentrasi menghabiskan makannya, ia gelisah. Setelah selesai makan, ayah bertanya kepada Budi "Ada apa sih Bud, kamu keliatannya nggak tenang begitu?. "Nggak pak, tadi sebelum masuk rumah, Budi melihat dua orang sedang mengutak atik motor bapak yang di parkir di halaman, sepertinya mereka maling deh pak" sahut Budi kemudian. "Hah!!, ayah kaget bukan kepalang sambil berlari kencang keluar rumah.

Selasa, 20 Juli 2010

Bom Waktu


Ketika program konversi minyak tanah ke gas, saya pernah juga ragu-ragu ketika memakai tabung gas dan memasang isi ulangnya. Bagaimana tidak ? Klep (karet pengaman) tabung gas untuk menahan kebocoran ternyata tidak juga diganti dengan yang baru setiap pengisian ulang tabung gas. Solusinya waktu itu klep lama dibolak balik, atau diganjal dengan karet gelang dan yang terakhir membuang klep lama ketika mengisi ulang biar diganti yang baru. "Wah, barang teknik bersiko tinggi seperti ini, batinku"

Ternyata hari-hari belakang ini ledakan akibat tabung gas terus menghantui pemakai bahan bakar pengganti minyak tanah tersebut. Ledakan itu bisa juga disebabkan kebocoran gas pada klep, tabung dan regulator yang kurang baik, dan kurangnya sosialisasi pemakaian kepada masyarakat.

Selanjutnya dilakukan sidak, pemeriksaan, penggerebekan, sosialisasi untuk mengatasi masalah ledakan gas elpiji tersebut yang telah menelan korban jiwa dan harta benda tersebut. Walaupun terlambat tidak apa-apa daripada tidak sama sekali.

Senin, 19 Juli 2010

Modalnya Percaya Diri

Ketika mengatakan sungguh-sungguh dalam hati "saya bisa melakukan atau membuat suatu" kemudian terucap atau tidak, ia akan menjadi modal yang besar buat kita. Ucapan itu akan memotivasi segala aktivitas jasmani dan rohani kita. Ia akan membuat kita semangat, pantang menyerah, tekun, ulet dan terus berusaha untuk bisa dan tahu.

Maka kita lihat orang-orang yang mempunyai kekurangan mampu membuat dan mengerjakan sesuatu yang membuat kita takjub. Prestasi yang dibuat atas kerja keras yang memaksimalkan seluruh potensi dirinya. Sekali lagi kita katakan "Kita Bisa" mengerjakan dan membuat sesuatu.

Rabu, 14 Juli 2010

Pecundang

Orang-orang pecundang . . .
terhampar di pojok-pojok terminal,
di sudut-sudut pasar,
di tengah tengah keramaian

Orang-orang pecundang . . .
sia-sia di tiang-tiang gantungan,
sia-sia di lantai beton gedung-gedung tinggi

Orang-orang pecundang . . .
lahap nikmati keringat orang lain,
tertawa atas penderitaan sesama,

Orang-orang pecundang . . .
. . .
. . .

Selasa, 13 Juli 2010


Orang Kampung

Sedikit cerita bagaimana orang kampung mendapatkan pekerjaan di Ibukota.


Dimulai dari cerita tetangga saya yang anaknya baru lulus sekolah kejuruan di kampung. Mendapat informasi ada lowongan pekerjaan di daerah Cikarang, sebut saja si fulan langsung bergegas dari kampungnya di sekitar pantura menuju Cikarang dan tiba jam 9 malam. Cari-cari alamat yang dituju tidak ketemu kemudian langsung balik ke tempat orang tuanya di Jakarta. Tidur sebentar, kemudian jam 3 pagi berangkat lagi dari Jakarta ke Cikarang berkendara roda dua ke perusahaan yang ditujunya. Selama kurang lebih seminggu bolak-balik Jakarta-Cikarang untuk proses penerimaan karyawan baru. Singkat cerita, akhirnya si fulan diterima di perusahaan itu.


Seperti kebanyakan orang kampung yang mempunyai kemauan dan tekad yang kuat, rajin, ulet dan sungguh-sungguh akhirnya keinginan si fulan menjadi kenyataan.

Kamis, 01 Juli 2010

Musholla ada di pojok

Terasa sedih ketika panggilan itu datang. Saat berada di tempat-tempat rekreasi, di tengah tengah ruang pameran, di pusat-pusat perbelanjaan, dan gedung-gedung megah. Musholla-ku terongok lesu di pojok-pojok yang sesak dan kumuh. Makin terasa sedih ketika melihat perangkat sholat itu lusuh dan dekil.

Musholla-ku ada di pojok-pojok sepi itu, bersama kebutuhan manusia akan tuhannya

Musholla-ku ada di pojok-pojok sepi itu, bersama kebutuhan manusia akan mimpi dunia dan akhiratnya.

Musholla-ku ada di pojok-pojok sepi itu, bersama penghargaan manusia terhadap dirinya sendiri.

Selasa, 29 Juni 2010


Manusia Robot

Sistem yang dibuat manusia
sejatinya adalah untuk memakmurkan dan mensejahterakan manusia sebagai pengelola bumi ini. Kenyataannya manusia diperlakukan hanya sebagai mesin dan alat-alat produksi yang sepanjang hari sepanjang malam bekerja tanpa diperhatikan kebutuhan jasmani, dan kebutuhan rohani bagai robot-robot yang tidak punya sisi kemanusian.


Manusia kini jiwanya kering kerontang dan hampa. Sistem yang seharusnya bisa memberikan penghargaan sebaik-baiknya bagi manusia, seadil-adilnya bagi manusia hanya bisa kita lihat bagaimana hinanya sistem memperlakukan manusia di dunia ini.

Oh, jiwa yang kering kerontang ! Kapankah manusia akan memanusiakan manusia ?

Ada Masalah Di Sinetron Kita

Selalu ada masalah di sinetron yang menjadi tontonan favorit ibu-ibu dan remaja putri kita. Selalu ada masalah di sinetron kita, entah itu konflik, intrik, perebutan harta warisan, perselingkuhan, dendam kesumat, gaya hidup glamour yang hari demi hari akan mengendap dalam alam bawah sadar kita. Tanpa sadar kita menjadi orang yang cepat curiga, konsumerisme dan menilai sesuatu berdasarkan materi.


Masih banyak waktu yang dapat kita kerjakan selain hanya memelototi kotak ajaib itu, tentunya kita tidak ingin menjadi pribadi sinetron, keluarga sinetron, masyarakat sinetron, dan bangsa sinetron.

Tidak semua
, tapi ada masalah di sinetron kita.

Sabtu, 26 Juni 2010


Naluri Wartawan VS Naluri Pedagang

Tidak jauh dari tempat ia berdagang roti, seorang ibu setengah baya menangis tersedu-sedu karena uang gaji yang ada di dalam tasnya dijambret oleh pengendara motor jahanam itu. Ramailah orang berkerumun menanyakan hal tersebut kepada ibu tersebut. Banyak pengendara memperlambat laju kendaraannya. Seorang pengendara motor yang melihat keramaian itu lalu menghampiri si tukang roti dan bertanya : Ada apa bang?. Tukang roti itu menjawab : ada keju, ada pisang, ada nanas, ada coklat, ada moka, tapi roti tawarnya lagi habis. Tanpa banyak tanya lagi si pengendara motor yang ternyata seorang wartawan itu tancap gas dan ngeloyor pergi.

Rabu, 23 Juni 2010


Budayakan Kekerasan ?

Sepak bola sebagai olah raga terfavorit menjadikan magnet bagi siapa saja, orang tua, remaja bahkan sampai anak-anakpun larut dalam olah raga tersebut. Tetapi olah raga tersebut rasa-rasanya tercemari oleh budaya kekerasan.

Lihat saja kaos-kaos suporter yang banyak dipakai anak-anak ada yang mengandung kalimat-kalimat dan gambar-gambar yang merendahkan dan mengejek yang lainnya. Yel-yel penyemangat pun tak jauh dari hal-hal seperti itu. Akhirnya salah satu yang terpikir dalam benak anak-anak kita, ini adalah musuh dan ini adalah teman.


Kalau hal seperti ini yang terus dikedepankan tanpa mendapat perhatian yang serius, kayanya mustahil kita akan meraih prestasi, kecuali budaya kekerasan sejak dini.

Jumat, 18 Juni 2010


Bertahan Hidup

Orang luar pernah heran, bagaimana mungkin pekerja dengan penghasilan sekian-sekian rupiah orang Indonesia bisa (bertahan) hidup. Atau juga kita pernah heran melihat pemulung, tukang koran, mbok jamu gendong, pengamen, tukang beca, pengemis, gelandangan-gelandangan bagaimana mereka bisa bertahan hidup.

Seperti kebanyakan yang lainnya, maka sudah barang tentu yang pertama adalah hidup dengan sangat-sangat sederhana-sederhana bahkan bisa dibilayang tak layak, lalu mengandalkan utang sana utang sini karena uang gaji yang sudah habis di tengah-tengah bulan atau dapat duit hari ini habis hari ini juga dan untuk esok hari adalah bagaimana rezeki esok hari. Tetapi memang terlalu naif mempertanyakan mereka yang kita tidak tahu persis kebutuhan dan keperluannya.

Dan yang pasti Allah Maha Pemberi Rezeki akan memberikan rizki buat semua hamba-hambaNya.

Senin, 14 Juni 2010


Siapa Penemu Benua Amerika

Sedang dalam pelajaran Geografi bu Aminah memegang-megang bola dunia yang ada di mejanya dan berkata kepada Amir. Amir, coba tunjukkan benua Amerika pada bola dunia ini ! Kemudian Amir maju dan menunjukan letak benua Amerika itu. "Betul, betul, betul" kata bu Aminah kemudian. Lalu ia bertanya kepada Bajrul, "Bajrul, Siapa yang menemukan benua Amerika ? Bajrul yang masih agak-agak sadar dari kantuknya menjawab "Amir, bu". "Bajrul, sana lekas ke belakang cuci muka!", hardik bu Aminah.

Semua Serba Bola

Hari-hari belakangan ini Media Massa dan Elektronik semua berbau sepak bola. Bahkan program-program, acara-acara dan iklan-iklan diramaikan dengan benda berkulit bundar itu. Eforia ini sangat terasa di perkampungan padat (bahkan kumuh). Teriakan-teriakan khas di tengah malam penikmat sepak bola di warung-warung, di rumah-rumah atau di jalan-jalan menampilkan nonton bareng seadanya. Lupa sejenak akan rumah kontrakan yang belum dibayar, anak-anak yang merengek-rengek minta bayaran sekolah, lupa cicilan utang pada bank-bank keliling, bahkan lupa dengan apa yang bisa dimakan esok hari.

Yah
, sejenak melupakan kepenatan hidup.

Jumat, 11 Juni 2010


Serunya Otodidak

Berbekal sedikit ilmu komputer, saya terus belajar sendiri dan mengeksplorasi semua yang saya belum tahu dan membuat penasaran. Betapa banyak yang saya dapatkan dari "Try & Error" belajar sendiri. Lalu membuat analisa dan mengambil kesimpulan dari teknik-teknik yang teorinya tidak persis sama dengan prakteknya.
Ada kepuasaan ketika menemukan hal-hal baru yang tidak bisa dinilai dengan uang, dan itu akan membuat saya terus belajar otodidak mencari apa yang belum saya tahu dan belum mengerti.

Hakekatnya semakin banyak kita tahu, makin banyak pula yang kita tidak tahu.

Senin, 07 Juni 2010


Kucing Itu Bernama Sincan

Ada yang tak biasa dari kucing yang bernama Sincan yang berarti kucing seperti Macan. Kucing rumah kami, tidaklah seperti kucing lainnya yang senang dibelai-belai badannya, kepalanya. Ia selalu mengelak dan marah bila diperlakukan seperti itu. Yang agak menjengkelkan adalah jarang sekali berada di rumah selalu pergi keluar rumah bila telah diberi makan, dan kembali lagi bila ia telah lapar.

Sabtu, 05 Juni 2010

Takut Sama Jenggot

Jenggot adalah sunah nabi. Tetapi mengapa Barat begitu takut dengan jenggot. Seolah-olah jenggot itu adalah makhluk yang menyeramkan, selalu dicurigai, dikhawatiri, diinterogasi bahkan diintimidasi. Jenggot adalah sunah nabi seperti sunah-sunah lainnya. Kalau Barat takut sama jenggot, tidak perlulah kita juga takut sama jenggot, karena kitalah pemilik jenggot itu.

Kalau sama jenggot saja sudah takut, apalagi sama yang lainnya.

Senin, 31 Mei 2010

Salah Siapa

Ketika mendapatkan anak, adik, ponakan kita tidak kreatif, tidak gemar membaca, malas mengerjakan PR, sukar mengerjakan matematika, yang membuat seolah-olah mereka yang sekolah kita yang keblinger. Mereka yang sekolah kita yang pusing dengan tugas-tugas dari sekolah.

Lalu siapa yang hendak disalahkan dengan keadaan ini. Orang tuakah, si anakkah, gurukah, atau sistemkah ?

Mari kita tanya pada rumput yang bergoyang!

Rabu, 26 Mei 2010

Keterbatasan Yang Anugerah

Coba kita bayangkan bila mata kita tidak terbatas penglihatannya. Sudah pasti ramai sekali mata kita melihat kuman-kuman menempel dan berterbangan di sekitar kita, atau kalau kita lihat ke atas langit sepertinya ngeri sekali melihat batu-batu angkasa berterbangan menuju bumi kita.

Begitu pula dengan telinga kita bila bila tak ada batas pendengarannya. Akan bising sekali kita mendengar suara yang rendah ataupun suara yang tinggi.

Jadi bersyukurlah keterbatasan yang anugerah.

Jumat, 21 Mei 2010

Dijajah

Anak : Mengapa kita tak mau dijajah, pak ?
Bapak : Karena dijajah itu menimbulkan penderitaan dan
kesengsaraan

Anak : Kalau kita masih menderita dan sengsara
berarti kita masih dijajah dong, pak ?
Bapak : ?^&')!@,<%

Kamis, 20 Mei 2010

Blogger Sejati

Ada kepuasan ketika mendapatkan sesuatu dari usaha sendiri. Begitu juga aku yang nge-Blog, cari sana, cari sini, ambil sana, ambil sini, tanya sana, tanya sini. Tapi masih saja ada yang kurang, maklum manusia, selalu tidak puas dengan apa yang sudah didapatkannya.

Apakah kepuasan bisa diukur dengan uang, atau menghasilkan uang. Masih terlalu dini untuk merumuskannya, tetapi biarlah waktu yang menjawabnya.

Jumat, 14 Mei 2010

Responlah Dengan Perasaan

Responlah Dengan Perasaan

Kita merespon setiap informasi yang kita peroleh melalui panca indera kita terutama dengan mata dan telinga. kalau kita merespon informasi yang diterima, seperti mendengar atau melihat informasi menyedihkan tentang guru, tetangga, teman, atau orang tua kita. Informasi itu kemudian kita respon dengan perasaan yang membuat kita bersedih atau mungkin juga menangis. Bisa dibilang tidak punya perasaan jika kita merespon hanya dengan respon yang biasa-biasa saja, masa bodoh, bahkan kita dibilang tidak berakal kalau malah kita tertawa mendengar informasi yang menyedihkan itu.

Sebaliknya kalau orang-orang bergembira, mengapa kita yang bersedih ?
Tidak Bisa Bahasa Indonesia

Di sela-sela obrolan panjang tak berujung tentang Pendidikan Nasional antara Bejo dan Asrul :

Asrul : Temanku nggak bisa bahasa Indonesia, Jo !
Bejo : Masa sich ?
Asrul : Betul, padahal udah dewasa.
Bejo : Emang temanmu itu baru datang dari luar negeri?
Asrul : Bukan !
Bejo : Emang temanmu dari kecil di luar negeri ?
Asrul : Bukan.
Bejo : Terus kenapa?
Asrul : Temanku SMA, pas kemarin Ujian, Nilai
bahasa Indonesianya dapat 3.
Bejo : oooooh begitu . . .