Rabu, 21 Desember 2011

sempurna

hari ini telah sempurna
kasih sayangmu
pengorbananmu
kesabaranmu

tapi, kusesali diri yang belum bisa
memeluk erat-erat
membuat tersenyum
di setiap helaan nafasmu

detik-detik perjalanan ini
kuingin selalu ada kamu
temani segala suka duka
kuingin selalu ada kamu
hingga kita tersenyum bahagia

Selasa, 06 Desember 2011

hujan-2

kususuri jalan sepi 
pepohonan lebat rindang berjalan memelukku
sebentar lagi hujan
langit gelap . . .
awan tebal . . .
petir menyambar-nyambar

kubiarkan tetesan itu basahi kepala
mengalir pelan ke dahi, pipi,  seluruh tubuh
dan seluruh pembuluh darahku

kinikmati . . .
kuhayati . . .
lalu damai selubungi seluruh perasaan
damai itu memelukku erat-erat
hingga mentari datang tersenyum

Selasa, 15 November 2011

hujan

aku menerawang
memandang tetes air yang jatuh
ke atap-atap rumah, pepohonan dan tanah yang kering

pelan-pelan alam menjadi bisu
angin senyap sepi
diam terhenti

kihirup semerbak tanah basah
membawaku terbang melayang
aku rindu kamu !

Sabtu, 29 Oktober 2011

Rumah Kita

rumah minimalis alami
ada kehangatan, cinta dan kasih sayang
halaman depan tempat bermain bocah
ruang keluarga pererat kasih sayang

ada sajadah yang slalu terhampar di tengah-tengah
tempat mengadukan semua masalah pada-Nya

pohon-pohon kecil dan rindang
sejukkan mata damaikan hati

rumah kita
tempat sementara kita

Selasa, 25 Oktober 2011

Sepi

di ujung titik jenuh
tetap kuhirup nikmat-Mu
dalam kesunyian sunyi
menunggu keajaiban datang

aku letih menanti-Mu tersenyum
dalam do'a-do'a yang kelu dan sujud yang kaku
aku letih dalam pusaran yang kian memburu

di ujung titik jenuh, tetap kuhirup nikmat-Mu

Sabtu, 22 Oktober 2011

Ikhlas

seorang nenek menangis di depan jasad terbujur kaku
jasad suami tercinta yang selama ini selalu menemaninya
sambil berkata lirih :

aku ikhlaskan dunia akhirat
candamu  . . .
sedihmu . . .
gembiramu . . .
amarahmu . . .
letihmu . . .
segala ucapan dan perbuatanmu

semoga engkau tenang dalam kembalimu.

Jumat, 21 Oktober 2011

sama seperti kamu

aku sama seperti kamu
menangis ketika sedang sedih
tertawa ketika gembira

aku sama seperti kamu
merindu bulan, bintang-bintang, awan gemawan
merindu bukit, gunung, pohon-pohon
merindu debur ombak, matahari senja

aku sama seperti kamu ...

Jumat, 19 Agustus 2011

Merdeka

pagi itu bendera berbaris-baris
pekik merdeka yang kian lemah
lalu berbuallah orang-orang
kita telah merdeka
kita telah merdeka

merdekakah kita dari penindasan diri sendiri
merdekakah kita dari penindasan orang lain
sesungguhnya di detik ini ...
kita belum merdeka ...

merdeka !

Senin, 11 Juli 2011

Bidadariku

beginikah merindumu
semua hilang, kecuali
wajah ayumu
wajah anggunmu
wajah sederhanamu

kupinang engkau di keremangan senja
engkau diam, tersipu, merona
lalu langit diatas menjadi biru
bintang menari, bulan tersenyum

sebentar kemudian kusungkurkan wajahku
syukur itu melebihi lautan dan angkasa
aku hidup kembali

Sabtu, 11 Juni 2011

Laki-laki

ajarkan aku wahai ombak berenang mengarungimu
mengepak-ngepakan tangan menuju pulau di seberang itu

ajarkan aku wahai angin
bagaimana berteriak lantang di pantai
membahana menabrak ruang-ruang keraguan

ajarkan aku wahai matahari
mendongakkan kepala tegak-tegak memandangmu
lalu hancurlah segala ketakutan dan kecemasan itu

Selasa, 10 Mei 2011

Dulu Kawan Sekarang Lawan

Bukan rahasia lagi kalau Barat terutama Amerika menerapkan Standar Ganda dalam hal omong kosong Hak Asasi Manusia dan Demokrasi. Seperti yang terjadi di Timur Tengah, kemana saja mereka selama ini ? Apakah luput dari mata mereka bahwa di Timur Tengah itu para diktator telah berkuasa berpuluh-puluh tahun. Oh, pastilah mereka yang memelihara para diktator tersebut untuk kepentingan politik dan ekonomi mereka.

Ketika zaman berubah, bak seorang pahlawan kesiangan mereka langsung bertindak seolah-olah lupa akan kemesraan mereka dengan para diktator tersebut selama ini. 

Zaman berubah, manusia berubah dan peradaban pun akan berubah. 

Senin, 25 April 2011

Pluralisme

Merinding juga menghayati pemaknaan kalimat-kalimat "Semua jalan setapak itu berbeda-beda, namun menuju ke arah yang sama: mencari satu hal yang sama dengan satu tujuan yang sama, yaitu Tuhan." “Dengan nama Allah, Tuhan Pengasih, Tuhan Penyayang, Tuhan segala agama”.

Allah mengutus para nabi dan para rasul untuk menunjukkan, menerangkan, dan mengembalikan manusia ke "Jalan Yang Satu", yaitu "Jalan Tauhid, Jalan Mengesakan Tuhan". 

Apakah Allah mengutus para nabi dan para rasul untuk mengatakan "Menyembah manusia itu sama saja dengan menyembah Allah", "Menyembah binatang itu sama saja dengan menyembah Allah", "Menyembah matahari itu sama juga dengan menyembah Allah", "Menyembah benda-benda sama juga menyembah Allah". Maha Suci Allah dari perkataan-perkataan dan perbuatan-perbuatan seperti itu.

Dan hanya ada "Satu Jalan" untuk  menuju-Nya, selain itu adalah "Jalan hawa nafsu manusia belaka". Maha Suci Allah, "Tuhan Segala Manusia".

Selasa, 12 April 2011

Kakek Nenek

kakek nenek
di pagi buta
pergi ke surau dekat rumah
bersimpuh luruh di haribaan-Nya
sepanjang waktu


kakek nenek
menjelang magrib
bercengkrama 
ditemani air hangat
cerita suka, cerita duka
temani perjalanan waktu


kakek nenek di penghujung malam
berasyik masyuk bersama-Nya
terbang melayang hingga pagi menjelang


aku, dipojok sepi . . .
tak seperti kakek nenek muda

Sabtu, 09 April 2011

Kebanyakan Diracunin

Saya manggut-manggut mendengar cerita teman saya dalam suatu obrolan ringan. Katanya, "kalau di kampung tetangga, berita-berita yang membuat masyarakat sedih, putus asa, tidak semangat atau berita-berita kejahatan yang melukai perasaan akan diminimalisir habis-habisan. Porsinya akan dibuat seminim mungkin. Tetapi, kalau berita tentang prestasi, kebanggaan, hal-hal yang menggembirakan dan membuat semangat akan diblow up sedemikian rupa sehingga memenuhi pikiran dan angan-angan masyarakat".  Beda banget dengan di kampung saya dalam hati saya merenung

Sedikit banyak berita-berita, informasi dan tayangan-tayangan akan mengendap dalam pikiran masyarakat. Dapat dibayangkan kalau berhari-hari, berbulan-bulan, bertahun-tahun informasi yang banyak kita terima adalah tentang kejahatan dan pelakunya yang di luar prikemanusiaan, para koruptor yang menghabiskan uang negara dengan gampangnya, para penipu kelas teri atau penipu kelas kakap bak selebritis dadakan. Informasi yang buruk itu bagai racun, dan kalau sudah kebanyakan hasil akhirnya pasti akan mati rasa, mati asa, mati perasaan pada masyarakat.

Sudah saatnya kita hentikan informasi-informasi buruk informasi-informasi yang buruk meracuni masyarakat, dan sudah saatnya kita sadar bahwa kita sudah Kebanyakan Diracunin.

Rabu, 06 April 2011

Ada Masalah, Cari di Internet

Ketika ingin menghentikan kebiasaan anak untuk tidak mendengarkan musik sebelum tidur, saya mendapatkan postingan Bahaya Tidur Sambil Mendengarkan Musik dari sahabat blogger, terus postingan saya cetak dan ada perubahan setelah itu pada anak saya, ketika mau anti virus gratis dapat postingan AntiVirus + Update dan lain sebagainya. Ini adalah sebagian kecil yang didapatkan dari internet.


Ketika tombol Fn pada netbook aktif terus padahal baru diinstall sehingga  kalo kita tekan huruf yang muncul angka. Langsung saya ketik pada browser : tombol Fn aktif terus. Muncul solusi, driver harus di update, kena virus keyboard, harus diinstall ulang. Saya coba kecuali install ulang. Saya coba lagi cari di browser yang lain. Akhirnya ketemu postingan blog yang solusinya sederhana sekali dan langsung saya coba. Ternyata tombol Numlock-nya yang perlu ditekan hingga normal keyboardnya. Saya tertawa sendiri mendapatkan solusi ini.

Kasarnya, kalo sakit kepala; ketik sakit kepala, mata berair; ketik mata berair, sakit pinggang, encok, linu-linu dan sebagainya. Tapi tidak semua akan terselesaikan, tapi paling tidak kita bisa memilih dan mencoba pilihan solusinya.

Jumat, 25 Maret 2011

Suara Rakyat = Suara Tuhan?

Bingung juga saya memikirkan jargon yang satu ini, begitu hebat dan angkuhnya manusia sampai-sampai menyamakan suaranya dengan suara Tuhan. Manusia adalah tempat segala kesalahan dan dosa. Lalu bagaimana bisa menyamakan suaranya dengan Tuhan.


Di suatu negara akan diberlakukan peraturan yang melarang minuman keras. Dari segi kesehatan, jelas minuman keras itu membahayakan kesehatan yang meminumnya. Tetapi rakyat suatu negara tersebut tidak menyetujuinya. Akhirnya dibatalkannya peraturan tersebut atas nama Suara Rakyat.


Rakyat bergembira sekali atas nama Suara Rakyat berhasil memilih pemimpinnya dan berharap akan mendapat keadilan, kesejahteraan dan kemakmuran. Tetapi beberapa waktu kemudian rakyat kecewa ternyata pemimpin yang mereka pilih jauh dari apa yang mereka harapkan. 


Masih yakinkah kita bahwa suara rakyat itu suara Tuhan?

Selasa, 22 Maret 2011

Bom Nasi Bungkus

Ajeng senang bukan kepalang melihat informasi bahwa ia diterima di perusahaan yang cukup bonafid. sesuai dengan nazarnya ia memborong 30 bungkus nasi beserta lauknya di warung langganannya. Ia masukkan bungkusan tersebut ke dalam tas rangsel besar. Ia bagikan kepada penjaga lintasan kereta, pengamen dan pengemis di perempatan lampu merah sesuai kata hatinya. Sebentar kemudian tersisalah 5 bungkus, kemudian ia teringat dengan orang-orang di kampusnya dulu yang perlu mendapat bagian. Naik bislah ia ke sana. Biar gampang bagiinnya, lalu, ia mengeluarkan bungkusan nasi dalam plastik keresek hitam tersebut dari rangselnya dan ia letakkan di bangku sebelahnya yang kebetulan kosong. 

Ajeng menyesali karena terburu-buru turun, bungkusan dalam plastik kresek hitam itu tertinggal dalam bis. 

Penumpang bis pun terkejut melihat ada bungkusan hitam tergeletak di bangku penumpang bagian belakang. Mungkin bom nih, pikir sebagian orang dalam bis tersebut yang trauma dengan bom-bom yang meledak belakangan ini. Langsung melapor kepada supir dan memberhentikan bis sambil menurunkan penumpang. 

Taklama kemudian penjinak bom datang dan mendeteksi bungkusan tersebut. Selang beberapa menit, mereka mengatakan bungkusan ini aman dan tidak mengandung unsur-unsur bom. lalu dibukalah bungkusan tersebut. Hah, ini mah nasi bungkus untuk meledakkan perut yang lapar. Ah, trauma bom bikin repot semua saja.

Sabtu, 19 Maret 2011

Kehilangan Sahabat

Sudah beberapa kali mencoba mengunjungi sahabat baik  anggasona-anotherbestblog., tapi sepertinya selepas lebaran tidak ada postingan terbaru. Kemana gerangan sahabatku ini. Apa sehabis mudik lebaran tidak kembali lagi ke tanah rantauan. 

Sedikit banyak saya banyak berhutang ilmu dengan sahabatku ini. Mungkin juga curi-curi script dan ilmu waktu pertama Nge-Blog. 

Kemana gerangan sahabatku ini ?

Jumat, 04 Maret 2011

Kilas Balik Posting

Iseng aja pengen posting dengan judul-judul yang antik dan menarik konten ataupun judulnya (menurut versi saya) seperti : Multi Tasking, Batik Butik Batak, Teknologi Lawan Teknologi, Rindu Waktu Kecil, Mimpi Penjaga Malam, Bencana Hati, Nasi Nggak Diitung, Penjahat Menjadi Selebritis, Mini Posting, Kilas Balik Ngeblog, Lagi Makan Nggak Boleh Ngomong, Mengingat Teman, dll.


Tapi kalo pertama ngeblog dan jadul : Jadilah Spesialis Bukan Generalis.

Kamis, 24 Februari 2011

Keburu Klenger

Sundari pusing-pusing setelah menyantap gado-gado Mpok Minah yang sudah terkenal puluhan tahun di daerah tempat tinggalnya. Bukan saja anak-anak dan keluarga tetapi masyarakat di lingkungannya juga menyukainya. Mungkin gado-gado itu terkontaminasi bakteri shakazaki, atau kuman entah lain apapun namanya, yang jelas Sundari langsung cepat bereaksi. Langsung ia muntahkan makanan di dalam lambungnya dengan berbagai cara. 


Setelah pusing-pusingnya hilang, ia SMS semua anaknya agar tidak mampir membeli gado-gado setelah pulang sekolah yang menjadi kebiasaan anaknya.


Tidak perlu menunggu 1 tahun, 2 tahun atau 4 tahun lamanya, ia langsung memberitahukan tetangga-tetangganya untuk sementara waktu tidak mengkonsumsi gado-gado yang legendaris tersebut. Kemudian dengan baik-baik ia menuju ke warung Mpok Minah yang berjarak setengah kilometer dari rumahnya dan memberitahukan hal tersebut.


Tidak perlu menunggu bertahun-tahun, ntar keburu pada kelenger (pingsan, sekarat, mati).

Sabtu, 05 Februari 2011

Tumbangnya Para Diktator

Hari-hari belakangan ini berita-berita yang terjadi di Timur Tengah menyita perhatian kita. Para diktator yang berkuasa tengah menuju ajalnya ditumbangkan oleh rakyat yang cape dan muak dengan kemiskinan, belenggu, kekejaman dan  kekuasaan tangan besi mereka. Mereka menistakan manusia dan menghinakan Tuhan dengan kekuasaannya. 


Hari ini seluruh tanah itu akan menjadi saksi sejarah yang akan membawa perubahan kebaikan atas nasib diri mereka. Nasib di tangan mereka sendiri bukan bergantung pada Barat yang tak ubahnya seperti para diktator itu sendiri.


Seperti telah kita alami, semoga perubahan ini berjalan dengan damai, dan diberi kedamaian sesudahnya. Amin.

Kamis, 20 Januari 2011

Malas Makan Talas

Siapa yang tak kenal dengan Talas, tanaman umbi yang menjadi buah tangan kalau kita berwisata di daerah Jawa Barat. Hampir selalu setiap orang yang bepergian ke daerah tersebut pulangnya membawa tanaman yang enak dimakan dengan digoreng ataupun direbus.


Tetapi, sayang petani tanaman tersebut khususnya penjual buah tangan tersebut tidak memperhatikan mutu tanaman  tersebut. Hanya mengejar keuntungan belaka, sehingga dipastikan wisatawan yang membeli talas akan kapok untuk membeli kedua kalinya.


Bagaimana tidak? Umbi Talas yang enak dimakan itu  yang sudah cukup umurnya, tapi kenyataannya buah tersebut sudah diambil masih muda dan dijual kepada wisatawan. Kelak jika ini dilakukan terus menerus, maka buah tangan Talas hanya akan menjadi kenangan saja. Semoga ini tidak terjadi.

Senin, 17 Januari 2011

Mirip Pencuri

Suatu hari tertangkaplah satu pencuri kelas teri yang mengambil ayam milik tetangga kampungnya. Singkat cerita dibawalah pencuri itu ke pengadilan dan dihadapkan pada hakim. Hakim bertanya kepada pencuri tersebut  "Kamu pencuri ?" Pencuri itu menjawab "saya bukan pencuri, tetapi "Mirip Pencuri". Hakimpun naik pitam mendengar jawaban tersebut, diulangi lagi pertanyaan tersebut sampai beberapa kali. Tetap saja pencuri itu menjawab "Saya Mirip Pencuri". 


"Kenapa kamu bilang selalu mirip pencuri ?" tanya hakim lebih keras lagi. Pencuri itu menjawab  "Saya pengen mendapat keistimewaan-keistimewaan seperti pelaku kejahatan yang disebut mirip-mirip dengan yang lain, dan saya pengen jalan-jalan keluar juga kalo bener-bener masuk penjara seperti mirip-mirip yang lain. Ooh hakim mengangguk-anggukkan kepalanya semakin bingung dan membingungkan.

Rabu, 12 Januari 2011

Di Ujung Jalan Sepi

di ujung jalan sepi
angin membelaiku lembut
mengelus-elus wajah dan jiwa
perlahan melayang hingga ke langit

kuhirup rahmat-Mu
kuhirup ampunan-Mu
kuhirup kasih sayang-Mu

aku bahagia bersama-Mu

Senin, 10 Januari 2011

Miskomunikasi

Babe Mamat baru aja menyuruh Deden mantu barunya dari Garut untuk melihat genteng yang bocor, maklum masih musim hujan, ada aja genteng yang merosot dan bocor. Deden semangat-semangat aja naik ke atap rumah dan saking semangatnya tidak terasa matahari sudah terasa panas menimpa ubun-ubunya. Tapi, sebagai mantu baru dan mantu yang baik ia hanya menunggu isyarat dari bawah terutama dari mertuanya.

Mertuanya pun seperasaan dengan menantu barunya itu yang merasa hari sudah panas, dan ia hendak menyuruh menantunya turun beristirahat, maka dengan lemah lembut ia berkata setengah teriak kepada menantunya yang ada di atap rumah, "Den, turun dulu makan!",. Deden berkata dalam hati pucuk dicinta ulam tiba, lagi kepanasan dan kehausan ia langsung menyahut; "taraje". Mertuanya bangga juga punya mantu Deden, disuruh istirahat malah bilang "ntar aje"

Tunggu punya tunggu, Deden heran juga kok dari tadi nggak dikasih-kasih taraje padahal sudah disuruh turun. Sama juga dengan mertua, kasihan juga dan mengulangi deden untuk turun istirahat, dan dijawab dengan jawaban yang sama hingga tiga kali. Mantu dan mertua sama-sama bingung.

Minah istri Deden baru saja pulang dari pasar, dan ia heran melihat suaminya masih nongkrong di atap rumahnya, dan bertanya kepada babenya. "kok, Aa Deden nggak disuruh istirahat turun, be?. Babenya menjawab "Udah dari tadi, tapi jawabannya Ntar aje melulu". Ooh Minah baru sadar bahwa ada miskomunikasi antara mantu dan mertua. Mantu minta taraje (tangga) mertua taunya ntar aje (nanti saja).