Anti klik kanan

Rabu, 29 Februari 2012

Kami

pagi belumlah sempurna
langit masih gelap
tapi semangat itu telah kami tumpahkan

perempuan tua, bocah-bocah ingusan
telah berhamburan di pasar-pasar
di kereta dan bis yang penuh sesak
di jalan-jalan dan seluruh tempat
yang bisa  dijual segala semangat dan harapan
detik demi detik bahkan hari demi hari

tapi, masih saja kami terpuruk
dalam kemiskinan dan kebodohan
dalam kelelahan ini menangis jiwa kami
masih saja disebut bangsa pemalas
karena kemiskinan dan kebodohan kami.

Sabtu, 11 Februari 2012

Jalan Itu

masih harus sering kulewati
jalan berujung kali kecil itu
sepuluh, seratus, bahkan seribu kali
biar mengalir deras darah di pembuluh darah ini

masih harus sering kupandangi
rumah sederhana itu
tempat harapan itu tersimpan
dulu, sekarang dan nanti

masih harus kupompakan jantung ini
biar mengalir deras darah di pembuluh darah ini
bersama impian, harapan, dan
semua untuk kamu. . .

Jumat, 10 Februari 2012

Gadis Kecilku

maafkan ayahmu sebatas ini membesarkanmu..
dalam perjalanan yang melelahkan ini
masih kusempatkan mengusap lembut kepalamu

maafkan ayahmu 
yang membesarkanmu dengan sedikit kelembutan
hanya sedikit itu yang ayah punya

kutahankan
pedih
lara
dan air mata yang tersimpan menjadi telaga

maafkan ayahmu, gadis kecilku !

Senin, 02 Januari 2012

Masih Seperti Dulu

masih seperti dulu, saat kulihat kamu
di halte depan stasiun kereta itu

masih seperti dulu, saat kupandang drimu lekat-lekat
diantara gerbong-gerbong yang bergerak melambat

masih seperti dulu, saat kuucap aku butuh kamu
di wajah ayumu
wajah anggunmu
wajah sederhanamu

masih seperti dulu . . .

Rabu, 21 Desember 2011

sempurna

hari ini telah sempurna
kasih sayangmu
pengorbananmu
kesabaranmu

tapi, kusesali diri yang belum bisa
memeluk erat-erat
membuat tersenyum
di setiap helaan nafasmu

detik-detik perjalanan ini
kuingin selalu ada kamu
temani segala suka duka
kuingin selalu ada kamu
hingga kita tersenyum bahagia

Selasa, 06 Desember 2011

hujan-2

kususuri jalan sepi 
pepohonan lebat rindang berjalan memelukku
sebentar lagi hujan
langit gelap . . .
awan tebal . . .
petir menyambar-nyambar

kubiarkan tetesan itu basahi kepala
mengalir pelan ke dahi, pipi,  seluruh tubuh
dan seluruh pembuluh darahku

kinikmati . . .
kuhayati . . .
lalu damai selubungi seluruh perasaan
damai itu memelukku erat-erat
hingga mentari datang tersenyum

Selasa, 15 November 2011

hujan

aku menerawang
memandang tetes air yang jatuh
ke atap-atap rumah, pepohonan dan tanah yang kering

pelan-pelan alam menjadi bisu
angin senyap sepi
diam terhenti

kihirup semerbak tanah basah
membawaku terbang melayang
aku rindu kamu !