Rabu, 29 Februari 2012

Kami

pagi belumlah sempurna
langit masih gelap
tapi semangat itu telah kami tumpahkan

perempuan tua, bocah-bocah ingusan
telah berhamburan di pasar-pasar
di kereta dan bis yang penuh sesak
di jalan-jalan dan seluruh tempat
yang bisa  dijual segala semangat dan harapan
detik demi detik bahkan hari demi hari

tapi, masih saja kami terpuruk
dalam kemiskinan dan kebodohan
dalam kelelahan ini menangis jiwa kami
masih saja disebut bangsa pemalas
karena kemiskinan dan kebodohan kami.

Sabtu, 11 Februari 2012

Jalan Itu

masih harus sering kulewati
jalan berujung kali kecil itu
sepuluh, seratus, bahkan seribu kali
biar mengalir deras darah di pembuluh darah ini

masih harus sering kupandangi
rumah sederhana itu
tempat harapan itu tersimpan
dulu, sekarang dan nanti

masih harus kupompakan jantung ini
biar mengalir deras darah di pembuluh darah ini
bersama impian, harapan, dan
semua untuk kamu. . .

Jumat, 10 Februari 2012

Gadis Kecilku

maafkan ayahmu sebatas ini membesarkanmu..
dalam perjalanan yang melelahkan ini
masih kusempatkan mengusap lembut kepalamu

maafkan ayahmu 
yang membesarkanmu dengan sedikit kelembutan
hanya sedikit itu yang ayah punya

kutahankan
pedih
lara
dan air mata yang tersimpan menjadi telaga

maafkan ayahmu, gadis kecilku !